disusun oleh:
nepi haptiatin
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
Baitul Arqom
Lemburawi Km.09 Ciparay Kec.Pacet
Kab. Bandung 4385
2014 - 2015
BAB II
PEMBAHASAN
A. HAKIKAT DAN MAKNA
LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Manusia
hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya.
Pada mulanya, manusia
mencoba mengenal lingkungan hidupnya,
kemudian barulah
manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu,
manusia telah berusaha
pula mengubah lingkungan hidupnya demi
kebutuhan dan
kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban –istilah Toynbee
sebagai akibat
dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar
lingkungan mendukung
kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan
jembatan agar bisa
melewati sungai yang membatasinya.
Lingkungan
adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari,
dan memiliki karakter
serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal
balik dengan
keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama
manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan
riil (Elly M. Setiadi, 2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk di dalamnya manusia dan
perilakunya. Menurut
pasal 1 UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,
dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua
benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup.
Lingkungan amat
penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat
dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena
lingkungan memiliki daya dukung, yaitu
kemampuan lingkungan untuk mendukung
perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Arti penting
lingkungan bagi manusia adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan
merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup,
berada, tumbuh, dan berkembang, diatas bumi
sebagai lingkungan.
2. Lingkungan memberi
sumber-sumber penghidupan manusia.
3. Lingkungan
mempengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang
mendiaminya.
4. Lingkungan memberi
tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5. Manusia
memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk
kebutuhan dan
kebahagiaan hidup.
Hari Lingkungan Hidup
Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni.
Peringatan ini
dimaksudkan untuk menggugah kepedulian manusia
dan masyarakat pada lingkungan hidup yang
cenderung semakin rusak.
Hari Lingkungan Hidup
Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1972 sebagai
rangkaian kegiatan lingkungan dari dua tahun sebelumnya ketika
seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson
menyaksikan betapa kotor dan cemarnya bumi oleh
ulah manusia. Selanjutnya, ia mengambil prakarsa
bersama LSM untuk
mencurahkan satu hari bagi usaha penyelamatan bumi
dari kerusakan. Dari
Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang
diselanggarakan pada
tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm,
Swedia.
Tanggal 5 Juni
tersebut di tetapkan sebagai hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Warga atau masyarakat
dapat berperan serta dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kesempatan berperan
serta itu dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut:
1. Meningkatkan
kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan.
2.
Menumbuhkankembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat.
3. Menumbuhkan
ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan
pengawasan sosial.
4. Memberikan saran
dan pendapat.
5. Menyampaikan
informasi dan/atau menyampaikan laporan.
B. KUALITAS LINGKUNGAN DAN
PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
A. Hubungan Lingkungan
dengan Kesejahteraan
Berdasarkan uraian
sebelumnya bahwa ada hubungan yang erat antara
lingkungan dengan manusia. Lingkungan memberikan makna atau arti penting
bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup
sejahtera.
Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Dengan demikian,
lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
Pengelolaan lingkungan
hidup adalah upaya terpadu dalam
pemanfaatan, penataan,
pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan,
dan pengembangan lingkungan hidup.
Pengelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut:
a. Mencapai
kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup
sebagai tujuan
membangun manusia seutuhnya.
b. Mengendalikan
pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
c. Mewujudkan manusia
sebagai pembina lingkungan hidup.
d. Melaksanakan
pembangunan berwawasan lingkungan untuk
kepentingan generasi
sekarang dan yang akan datang.
e. Melindungi negara
terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara
yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Hakikat pengelolaan
lingkungan hidup oleh mansusia adalah bagaimana manusia melakukan
berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara kualitas lingkungan
juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan
memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.
Undang-undang No. 23
1997 tentang Pengelolaaan Lingkungan Hidup yang mengatur hak, kewajiban, dan
peran warga negara perihal pengelolaan ini. Hak, kewajiban, dan peran itu
sebagai berikut:
a. Setiap orang
mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang
baik dan sehat.
b. Setiap orang
mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang
berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup.
c. Setiap orang
mempunyai hak untuk berperan dalam rangka
pengelolaan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Setiap orang
berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan
hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan
lingkungan hidup.
e.
Setiap yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan
informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan
lingkungan hidup.
f.
Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk
berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
B. Hubungan Penduduk dengan
Lingkungan dan Kesejahteraan
Di negara, penduduk
merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar atau set
pembangunan, penduduk tidak hanya sebagai sasaran pembangunan,
tetapi juga merupakan pelaku pembangunan.
Mereka
adalah subjek dan objek dari pembangunan negara.
Pembangunan pada
dasarnya dilakukan oleh penduduk negara dan ditujukan untuk
kebutuhan dan kesejahteraan penduduk yang bersangkutan.
Hal yang berkaitan
dengan penduduk negara meliputi:
Aspek kualitas
penduduk, mencakup tingkat pendidikan,
keterampilan,
etos kerja, dan kepribadian.Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah
penduduk, pertumbuhan,
persebaran, perataan, dan pertimbangan penduduk
ditiap wilayah negara.
Pertumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah
lingkungan hidup. Penduduk dengan segala aktivitasnya akan memberikan
dampak terhadap lingkungan. Demikian pula makin meningkatnya upaya pembangunan
menyebabkan makin meningkatnya dampak terhadap lingkungan hidup. Dampak
lingkungan hidup adalah engaruh perubahan pada lingkungan hidup yang
diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan. Lingkungan hidup bisa
berdampak positif dan negatif bagi kesejahteraan penduduk.
Perubahan positif
akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan, misalnya dengan pembangunan
jalan-jalan raya yang bisa menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya
terisolir. Pembuatansaluran air, taman kota, penghijauan, penanaman turus
jalan, pembuat bendungan, dan lain-lain adalah contoh-contoh kegiatan yang
menjadikan lingkungan memberi dampak positif bagi manusia. Perubahan yang
positif dari lingkungan tersebut tentu saja dapat memberikan
keuntungan dan sumber
kesejahteraan bagi penduduk. Perubahan lingkungan sebagai akibat
tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negatif, yaitu kerusakan
lingkungan hidup.
Kerusakan lingkungan
hidup tidak hanya meniadakan daya dukung
lingkungan itu
sendiri, tetapi juga memberi resiko bagi kehidupan manusia. Kerusakan
lingkungan hidup merupakan problematika besar yang dialami umat manusia
sekarang ini. Bahkan, isu tentang lingkungan hidup merupakan satu dari tiga isu
global dewasa ini, yaitu isu tentang HAM, demokrasi, dan lingkungan.
Beberapa problema
lingkungan hidup dewasa ini antara lain:
a. Pencemaran (polusi)
lingkungan, yang mencakup pencemaran udara,
pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.
b. Masalah kehutanan,
seperti penggundulan hutan, pembalakan hutan,
dan
kebakaran hutan.
c. Erosi dan Banjir.
d. Tanah longsor,
kekeringan, dan abrasi pantai.
e. Menipisnya lapisan
ozon dan efek rumah kaca.
f. Penyakit yang
disebabkan oleh lingkungan yang buruk, seperti gatalgatal,
batuk, infeksi saluran pernapasan, diare, dan tipes.
Kerusakan lingkungan
hidup memberi efek yang besar bagi kelangsungan hidup manusia itu
sendiri. Lingkungan sangat berkaitan dengan masalah ketahanan hidup
(survival) manusia. Ketahanan hidup umat bergantung pada hubungan yang saling
menopang dari lingkungan yang terdiri atas berbagai sistem
yang menunjang keehidupan itu ataupun yang saling menyainginya.
Bagi manusia, problema lingkungan pada
dasarnya timbul kalau terjadinya ketidakseimbangan antar manusia dengan
sumber-sumber yang ada dalam lingkungan. Pemanfaatan yang berlebihan oleh
manusia menyebabkan daya dukung lingkungan berkurang sehingga
keseimbangan tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan pada
hakikatnya adalah menciptakan
keseimbangan
C. Problema Lingkungan
Sosial Budaya Yang Dihadapi Masyarakat
Lingkungan sosial
merupakan wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan dan interaksi sosial
antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai serta
terkait dengan ekosistem (sebagai komponen lingkungan alam) dan tata ruang atau
peruntukan ruang (sebagai bagian dari lingkungan binaan/buatan). Manusia hidup
berkaitan dengan lingkungan, baik fisik (alam dan buatan) maupun lingkungan
sosial.
1. Interaksi
dalam Lingkungan Sosial
Interaksi sosial
merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang
menyangkut hubungan
timbal balik antara perorangan, antara kelompok
manusia dalam bentuk
akomodasi, kerja sama, persaingan, dan pertikaian.
Interaksi sosial dapat
terjadi apabila ada kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan
usaha pendekatan pertemuan fisik dan mental. Kontak sosial dapat bersifat
primer (face to face) dan dapat berbentuk sekunder (melalui media perantara,
koran, radio, tv, dan lain lain). Komunikasi merupakan usaha penyampaian
informasi kepada manusia lain. Tanpa komunikasi tidak mungkin
terjadi interaksi sosial. Komunikasi bisa berbentuk lisan, tulisan, atau simbol
lainnya.
Bentuk-bentuk interaksi
sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), akomodasi (accomodation),
persaingan (competition), dan pertikaian (conflict). Kerja sama sebagai segala
bentuk usaha guna mencapai tujuan bersama. Akomodasi sebagai keadaan menunjukan
kenyataan adanya keseimbangan dalam interaksi
sosial. Akomodasi sebagai proses menunjukan pada usaha manusia
untuk meredakan pertentangan, yaitu usaha mencapai kestabilan. Persaingan
merupakan proses sosial dimana seseorang atau kelompok sosial bersaing
memperebutkan nilai atau keuntungan dalam kehidupan melalui cara-cara menarik
perhatian publik. Pertikaian merupakan interaksi sosial di mana seseorang atau
kelompok sosial berusaha memenuhi kebutuhannya
dengan jalan menantang
lawannya dengan ancaman atau kekerasan.
2. Pranata
dalam Lingkungan Sosial
Pranata sosial (dalam
bahasa Inggris Istilahnya institution) menunjuk pada sistem pola-pola resmi
yang dianut suatu warga masyarakat dalam berinteraksi (Koentjaraningrat, 1996).
Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata rangkaian tinakan berpola
mantap guna memenuhi keperluan yang khusus dalam kehidupan masyarakat. Sistem
norma khusus dimaksudkan sebagai sistem aturanatuaran, artinya perilaku itu
didasarkan pada aturan-aturan yang telah ditetapkan.
3. Problema
dalam Kehidupan Sosial
Problema sosial
merupakan persoalan kareba menyangkut tata kelakuan yang
abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak. Problema
sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral yang menyimpang sehingga perlu
diteliti, ditelaah, diperbaiki, bahkan mungkin untuk dihilangkan.Problema
sosial yang terjadi dan dihadapi masyarakat banyak ragamnya. Sesuai dengan
faktor-faktor penyebabnya, maka problema sosial
dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Soerjono Soekanto, 1982:1)
a. Problema sosial
karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan,
dan
pengangguran.
b. Problema sosial
karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
c. Problema sosial
karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa,
dan
disorganisasi.
d. Problema sosial
karena faktor kebudayaan, seperti perceraian,
kejahatan, kenakalan
anak, konflik ras, dan konflik agama.
D. Isu - Isu Penting
Persoalan Lintas Budaya Dan Bangsa
1. Isu tentang
Lingkungan
a. Kekurangan Pangan.
b. Kekurangan Sumber
Air Bersih.
c. Polusi atau
pencemaran.
d. Perubahan Iklim.
2. Isu
tentang Kemanusiaan
a. Kemiskinan.
b. Konflik atau
Perang.
c. Wabah Penyakit.
E. IPTEK Dan
Kelestarian Hidup
Seperti yang kita
ketahui,teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia
bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya
tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan
peningkatan harkat martabat manusia.
Atas dasar kreatifitas
akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka
untuk mengolah SDA
yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha
Esa.
Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan
kemanusiaan yang adil
dan beradab,agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Disatu
sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali
di aspek telekomunikasi,namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata.
Masih banyak
masyarakat kurang mampu yang putus harapannya
untuk mendapatkan
pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal itu dikarenakan
tingginya biaya
pendidikan yang harus mereka tanggung. Maka dari itu,
pemerintah perlu
menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar
peranan IPTEK dapat
bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia
yang ada. Perkembangan
Iptek disamping bermanfaat untuk kemajuan hidup
Indonesia juga
memberikan dampak negatif. Hal yang perlu diperhatikan
dalam penerapan IPTEK
untuk menekan dampaknya seminimal mungkin,
antaralain :
1. Menjagakeserasiandankeseimbangandenganlingkungansetempat.
2. Teknilogi yang akan
diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah
timbulnya permasalahan ditempat itu
3. Memanfaatkan
seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber
daya manusia yang ada.
Dengan memperhatikan
perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan
penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan
setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No.
18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002,
merupakan penjabaran dari visi dan misi IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD
1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah beserta
seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di
berbagai bidang
di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan
kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan
IPTEK, sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi
permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.
1. Pengertian
IPTEK Secara Umum
Adapun pengertian
IPTEK secara umum adalah:
a. Proses yang
meningkatkan nilai tambah
b. Produk yang
digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan
meningkatkan Kinerja
c. Struktur atau
sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan
dan
digunakan
Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru
dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat
sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah
dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Namun demikian,
walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi
lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada
makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi
dalam kehidupan manusia Dari beberapa pengertian di atas nampak bahwa kehidupan
manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi
merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri efisiensi
dalam setiap kegiatan manusia. Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang
menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang
dihadapinya. Sebagai contoh dapat dikemukakan pendapat pakar teknologi dunia
terhadap pengembangan teknologi.
Menurut B.J. Habiebie
(1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang
menjadi prioritas
pengembangan teknologi, terutama teknologi industri,
yaitu :
a. pesawat terbang,
b. maritim dan
perkapalan,
c. alat transportasi,
d. elektronika dan
komunikasi,
e. energi,
f. rekayasa ,
g. alat-alat dan
mesin-mesin pertanian, dan
h. pertahanan dan
keamanan
2. Manfaat IPTEK
bagi Kehidupan Manusia
Manfaatnya Jelas
mempermudah aktivitas manusia secara efektif dan efisien.dalam rangka
meningkatkan budaya dan taraf hidup yang lebih tinggi. Sejak manusia
masih bercocok tanam berpindah-pindah dan berburu untuk cari makan, kemudian
muncul peternakan, pertanian. Semua ini hasil dari Iptek. Semula manusia
harus berjalan untuk pergi ketempat yang jauh, trus di temukan pedati yang ditarik
hewan sampai ditemukan mobil, semua ini hasil dari Iptek Kalau dulu dunia gelap
gulita, hanya ada penerangan lampu minyak, trus timbul petromak sampai ada
ampu,ini juga hasil dari Iptek. Kalau dulu manusia
telanjang gak pakai
baju dan celana, sekarang bisa pakai baju dan celana berbagai model,ini juga
jasa dari Iptek.
Kesimpulannya Iptek
akan sejalan dengan kehidupan manusia, karena manusia mahluk yang berakal.
3. Jenis - jenis
IPTEK
Jenis-jenis Iptek yang
berkembang saat ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Pada keadaan yang
membutuhkan manusia selalu melakukan inovasi. Misalnya, dalam bidang kesehatan,
astronomi, teknologi, perhubungan, dan arsitektur. Adapun jenis-jenis Iptek
adalah sebagai berikut:
a. Kesehatan
Dalam bidang kesehatan
masalah pelayanan kesehatan,
penyakit, gizi,
farmasi, dan kesehatan lingkungan menjadi perhatian pokok.
Untuk itu telah ditingkatkan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi
kesehatan. Disamping itu alat-alat kedokteran telah mencapai kemajuan yang
sangat pesat. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, di beberapa rumah sakit tertentu sedang dilakukan penelitian
tentang pemanfaatan RIA (Radio Immunmo Assay), yaitu suatu alat diagnosa
yang menggunakan
teknik radioisotope. Dengan ini maka kesehatan masyarakat semakin meningkat dan
angka kematian semakin menurun.
b. Astronomi
Selama ini sebagian
masyarakat hanya mengetahui matahari terbit dari timur dan
tenggelam di barat, tetapi tidak mengetahui ada apa sebenarnya di dalam
matahari atau bagaimana terbentuknya matahari. Padahal, sejak zaman dahulu tata
surya dan matahari merupakan sesuatu yang vital. Masih ada sebagian masyarakat
yang memanfaatkan siklus matahari sebagai patokan untuk bercocok tanam,
penunjuk arah, atau patokan waktu. Bahkan di tengah pesatnya perkembangan
teknologi, ilmu falak merupakan dasar yang diajarkan untuk kepentingan
navigasi. Astronomi adalah ilmu perbintangan. Kita pernah mendengar astronomi
(ahli perbintangan) berkebangsaan Polandia yang bernama Nicolaus Copernicus.
Copernicus sudah
berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani
Aristarchus dari Samos
(abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan
planet-planet lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin dengan
kebenaran hipotesa “heliocentris” ini, dan tatkala ia menginjak usia empat
puluh tahun ia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam
bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri
tentang masalah itu.
Copernicus memerlukan
waktu bertahun- tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan
untuk penyusunan buku
besarnya
De Revolutionibus Orbium Coelestium (tentang Revolusi Bulatan Benda-
benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan mengedepankan
pembuktian-pembuktiannya.
4. Dampak
Negatif
Bagi masyarakat
sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion.Pengembangan iptek
dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan
memuja iptek sebagai liberatoryang akan membebaskan mereka dari kungkungan
kefanaan dunia.Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan,
kebahagiandan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan
manusiatidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipudiri akan
kenyataan bahwa iptek mendatangkan
malapetaka
dankesengsaraan bagi manusia.
Dalam peradaban modern
yang muda,terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak
negatifiptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu
mengungkap semua tabir rahasia alam dankehidupan, tidak berarti
iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan.
Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar
kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu
saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah
bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah
kemanusiaan.
Dari segala dampak
terburuk dari perkembangan iptek adalah dampak terhadap peri laku dari manusia
penciptanya. Iptek telah membuat sang penciptanya dihinggapi sikap over
confidence dan superioritas tidak saja terhadap alam lingkungan melainkan pula
terhadap sesamanya. Eksploitasi terhadap alam dan dominasi pihak yang kuat
(negara Barat) terhadap pihak yang lemah (negara dunia ketiga) merupakan
ciri yang melekat sejak lahirnya revolusi industri. Kompleks superioritas yang
ditandai oleh over-confidence dan
dominasi terhadap alam
(dan sesamanya) menurut hemat saya yang menyebabkan terenggutnya 7 jiwa belia
dari Calgary. Anak-anak tsb tidaklah sedang mencari kayu bakar untuk orang
tuanya yang miskin di Rocky Mountains melainkan bagian dari program sekolah
unggulan (superior) Strathcona-tweedmuir, yakni suatu private school bagi
anak-anak kaya dan superior.Tekanan dari lingkungan yang mengagungkan dominasi
dan superioritas telah menyebabkan anak-anak belasan tahun ini menghadapi
resiko yang tidak sebanding dengan harga nyawanya.
5. Kelestarian
Lingkungan Hidup
Kelestarian hidup
membutuhkan ilmu dan teknologi yang pas.
Dimana peran iptek didalam melesrarikan lingkungan hidup sangat di harapkan.
Maka oleh sebab itu iptek lingkungan adalah mengatur semua
jalannya kelangsungan lingkungan hidup. Iptek Lingkungan ialah teknologi yang
berkaitan kelestarian lingkungan dan pemanfaatan manjemen lingkungan Sumber
Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersusun sistematis yang
dijelaskan gejala-gejala pada bidang iptek terhadap lingkungan tanpa merusak
keseimbangan lingkungan . Upaya pelestarian lingkungan dijelaskan dalam
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolahan Lingkungan hidup
yang dimaksud pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian
upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup. Usaha untuk menjaga Lingkungan meliputi:
a. Pengolahan
lahan
Lahan dalam hal ini
meliputi lahan pertanian, pengolahan tanah baik untuk pemukiman maupun
industri. pengelolahan tersebut harus memperhatikan kelestarian lingkungan
hidup, karena mungkin saja akan terjadi masalah lingkungan hidup, jadi
harus dikerjakan secara optimal.
Cara-caranya di antara
lain mencegah menurunnya kemampuan lahan yang potensial, menjauhkan lokasi
industri dari lokasi pemukiman penduduk, memilih cara pengelolahan rakyat,
misalnya dengan terasering untuk lahan miring, dan sebagainya.
b. Pengolahan hutan
Cara-cara untuk
pengelolahan hutan diantara lain memberi penyuluhan kepada masyarakat sekitar
hutan agar tidak mencuri kayu di hutan, memberi sanksi terhadap
orang yang melakukan penebangan hutan secara liar, dan membentuk polisi hutan
yang bertugas mengawasi kelangsungan kelestarian hutan dan
sebagainya.
c. Pengolahan
air
Pengelolahan sumber
daya air dapat dilakukan dengan cara mempergunakan sumber daya alam air
seefisien mungkin, air limbah yang dibuang ke perairan harus diolah
lebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan
pemerintah, dan megusahakan cahaya matahiri dapat menembus
dasar perairan, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan lancar.
d. Pengolahan udara
Udara mengandung
berbagai macam gas yang dibutuhkan untuk kehidupan, maka harus dijaga dengan
dilakukannya pengolahan- pengolahan yang diantara lain
megalirakan gas buangan ke dalam air atau dalam larutan pengikat sebelum
dibebaskan keair, membangun cerobong asap yang cukup tinggi
sehingga asap tidak menambah polutan, dan mempebanyak tanaman hijau
di daerah polusi udara tinggi.
6. Peran IPTEK
Terhadap Lingkungan
IPTEK memegang peranan
penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup,
kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
Negaranegara berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka
panjang. Kemajuan iptek saat ini meungkin terjadi masalah bagi lingkungan hidup
seperti halnya kerusakan- kerusakan lingkungan. Sektor lingkungan hidup
merupakan isu penting di dunia
saat ini. Secara garis
besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan usur
lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh
mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga
sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara
Lingkungtan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang
ada saat ini.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teknologi berperan
penting dalam kehidupan manusia dan manusia tidak dapat
terlepas dari teknologi, tetapi teknologi tersebut apabila
dimanfaatkan dengan baik.Manusia sering tidak sadar akan apa yang
dilingkungannya
sendiri, sehingga menyebabkan terjadinya dampak yang
negatif. Tetapi dari
pengalaman hiduplah manusia dapat belajar untuk memperbaiki kehidupan
yang akan dijalani nantinya dengan pemanfaatan
teknologi, serta
pelestarian lingkungan hidupnya.
Manusia memiliki
banyak cara untuk meningkatkan taraf
hidupnya, tetapi
kesadaran akan itu masih sangat lah kurang dan hendaknya
manusia selalu mencari
dan memikirkan untuk tidak melakukan hal yang
negatif saja.
Teknologi misalnya yang akan membawa kesejahteraan umat
manusia dan
meningkatkan taraf hidup manusia apabila menimbulkan
dampak yang positif.
Pengaruh teknologi
terhadap lingkungan hidup manusia akan
menimbulkan hal yang
negatif dan positif, sesuai dengan yang dilakukan atau
diolah oleh manusia
itu sendiri.
B. Saran
Semoga pembaca dan
penulis dapat menjadikan Ilmu pengetahuan dapat menghasilkan suatu produk yang
disebut teknologi. Penemuan pendidikan ilmiah terus menerus menghasilkan
penemuan baru, melalui penggunaan berbagai metode-metode yang telah
dikembagakan secara cermat.
DAFTAR PUSTAKA
http://made99.wordpress.com/2014/04/14/makalah-manusia-dan-lingkungan-ilmu-budaya-dasar
http://evarahayu.blogspot.com/2012/10/makalah-isd-manusia-dan-lingkungan.html
http://miftahurrohma27.blogspot.com/2013/01/makalah-isbd-manusia-dan-lingkungan.html?m=1
http://lukmanunla.wordpress.com/2012/06/06/makalah-isbd-manusia-dan-lingkungan/
http://hardian-saputr.blogspot.com/2012/02/manusia-dan-lingkungan.html?m=1